Jumat, 22 Agustus 2014



PEMBANTAIAN PENDUDUK 
MEKKAH OLEH WAHABI
Oleh: Syaikh Idahram 
Dusta Firanda ke-13, dia berdusta besar saat berkata, “Sama sekali ia (Syarif Abdullah bin Hasan penulis kitab Sidq al-Khabar) tidak menyebutkan adanya pembantaian penduduk kota Mekkah[1] yang dilakukan oleh Wahabi.
Justru dalam kitab Sidq al-Khabar pada halaman 147-148 sangat jelas dan transparan dinyatakan adanya pembantaian penduduk kota Mekkah –bahkan juga penduduk Madinah– oleh Wahabi! Ini dia scan isi buku tersebut agar Firanda dan orang-orang Wahabi melek dan sadar diri:

Sejarah Mengulangi Dirinya
Serangan Wahabi atas Hijaz (Mekkah, Madinah dan Sekitarnya) Tahun 1342 H
Ketika dunia Islam sedang mengobati luka-lukanya dari luka-luka perang dunia ke-2, fokus dengan seluruh yang meliputinya, dan merapihkan apa yang berantakan. Ketika dunia islam bersungguh-sungguh dalam menjaga kelangsungan hidupnya dari berbagai bahaya dengan mempersatukan bagian-bagiannya, menghimpun jamaahnya, tiba-tiba dunia Islam dikagetkan oleh Wahabi dengan serangan-serangannya atas tanah haramain (Mekkah dan Madinah). Mereka mengejutkan Mekkah dan Madinah dengan penyerbuan-penyerbuan mereka, menumpahkan darah-darah tidak berdosa di kedua kota haram itu, menghancurkan makam-makam mulia, melakukan aksi-aksi paling keji, paling brutal, yang membuat badan bergetar dan jantung orang beriman berdegup kencang. Sesungguhnya mereka telah membunuh di kota Thaif saja mendekati jumlah dua ribu orang-orang Islam, yang di antara mereka para ulama, orang-orang shaleh, kaum perempuan dan anak-anak. Mereka juga telah membunuh ulama terkemuka keturunan Nabi s.a.w. as-Sayyid Abdullah az-Zawawi dengan cara yang tidak pernah dilakukan orang sebelumnya dalam hal kekejian dan kebengisannya. Mereka mengikat kedua kaki ulama tersebut dengan kuda pacuan, kemudian membiarkan kuda itu berlari menyeret ulama sepuh tersebut jungkir balik di belakangnya hingga putus sendi-sendi tulangnya.
Dan mereka membunuh orang-orang Bani Syaibah penjaga Ka’bah Mulia secara masal. Mereka sweeping kota Thaif. Berita (kebrutalan Wahabi) ini tersebar luas melalui surat kawat ke berbagai belahan dunia.
Sebagian negara dan organisasi-organisasi keislaman mengutus orang-orangnya untuk meneliti perkara ini. Mereka menyuarakan apa yang mereka saksikan itu dan meyakinkannya kepada negara-negara mereka.
Adapun Yang Mulia Raja Arab asy-Syarif Hussein 1 telah berusaha sekuat tenaganya untuk menghalangi penyerangan Wahabi dan mencegah kebrutalan mereka, namun situasi dan kondisinya tidak berpihak kepadanya, sehingga dia lebih memilih untuk turun dari kursi kerajaan demi rakyatnya karena sebab dan alasan yang akan kita sebutkan nanti pada tempatnya di bagian khusus tersendiri tentang orang-orang Wahabi.