Kamis, 06 Februari 2014



FITNAH ARIF MUZAKIR
SI WAHABI PENYEBAR DUSTA
Telah terjadi pencemaran nama baik dan fitnah dari seorang ustadz Wahabi bernama facebook “Arif Muzakir Manan.” Setelah dikaji, ternyata itu nama asli.
Arif Muzakir Manan seorang ustad Wahabi berjenggot lebat di Jakarta Utara itu bukan hanya kali ini saja dia menyebarkan fitnah tentang Syaikh idahram.[1]
Postingan facebook tertanggal 26 Oktober  2013 pukul 8.49 tersebut memfithan Syaikh Idahram dengan mengatakan:
“CATATAN TENTANG AKHIR KISAH IDAHRAM DI ISLAMIC CENTER JAKARTA (JIC)
(BALASAN SESUAI DENGAN AMALAN...)
Datang Khabar..dari sumber yang sangat bisa dipercaya....dan bahkan langsung dari lisan..Pimpinan di JIC. (KH.SODRI -Sahabat Ana dulu Ketika di MUI, dalam kesempatan silaturrahim ana ke kediaman beliau).
bahwa IDAHRAM.. Orang ini..Telah diberhentikan dengan tidak hormat dari JIC...Karena alasan yang sangat memalukan dan memilukan..yang tidak pantas untuk ana ungkapkan di sini.”
Di bawah ini scan postingan yang bersangkutan di facebooknya: 
https://www.facebook.com/arifmuzakir.manan/posts/516394555116705

Ada beberapa hal yang harus dikritisi dan diklarifikasi terkait postingan Facebook dari yang bernama Arif Muzakir Manan tersebut agar tidak menjadi fitnah berkepanjangan:
Pertama, saudara Arif Muzakir Manan tidak memberikan alasan yang jelas kenapa Syaik Idahram diberhentikan, sehingga hanya menjadi fitnah belaka yang itu bisa dituntut secara hukum sebagai pencemaran nama baik. Mungkin hal seperti ini sudah menjadi kebiasaan Wahabi, beritanya belum jelas tapi sudah berani memvonis.
Kedua, perlu dibedakan antara sosok Syaikh Idahram dan Marhadi. Apakah benar Syaikh Idahram itu Marhadi? Kalau tidak benar, maka hal itu hanya akan menjadi fitnah tambahan. 
Ketiga, jika kita berbicara tentang sosok Marhadi yang bernama lengkap Ust. H. Marhadi Muhayar, Lc., M.A., maka tidak benar jika beliau dipecat dari Jakarta *slamic Centre (J*C) karena alasan seperti yang dikatakan Arif Muzakir Manan  di atas yaitu, “karena alasan yang sangat memalukan dan memilukan..yang tidak pantas untuk ana ungkapkan di sini.” Berita tidak benar atau bohong ini bisa dikenakan delik pencemaran nama baik.
Setelah dikonfirmasi kepada Ust. Marhadi Muhayar dan berdasarkan data-data valid dari Jakarta *slamic Centre, yang benar adalah, beliau diberhentikan dari J*C disebabkan beliau bersama dua orang lainnya yaitu, Bpk. Sj dan Bpk. A telah berani membongkar kasus-kasus yang diindikasikan sebagai perbuatan korupsi dan penyimpangan di J*C. Beliau bersama Bpk. Sj dan Bpk. A telah menandatangani 12 lembar kertas berjudul Laporan Kondisi Ril J*C tentang adanya indikasi korupsi dan penyimpangan di J*C.
Lalu surat untuk Kepala J*C Baru, yaitu Ust. S, yang tertulis di setiap lembarnya sangat rahasia itu dibocorkan oleh Sdr. SofJam sekretaris pribadi Ust. S, kepada pihak yang nama-namanya diindikasikan korupsi dan melakukan penyimpangan.
Kemudian orang-orang yang diindikasikan korupsi dan melakukan penyimpangan itu melayangkan surat somasi (surat peringatan) kepada Ust. Marhadi Muhayar, Bpk. Sj dan Bpk. A. Dalam surat somasi dari kantor pengacara Ide* itu, H. Marhadi Muhayar, Lc., M.A. dan kedua temannya dikenakan pasal pencemaran nama baik dan penyebaran fitnah.
Lalu, keberadaan surat somasi itu dijadikan alasan oleh Pimpinan J*C Baru untuk memberhentikan Ust. Marhadi Muhayar dan Bpk. Sj dari bekerja di J*C, serta menscore Bpk. A selama 3 bulan.
Sangat disayangkan, Pimpinan J*C Baru itu telah memberhentikan beberapa orang yang justru berupaya membongkar adanya indikasi kezaliman. Oleh karena itu, alasan yang tertulis di surat pemberhentian yang diterima Ust. Marhadi Muhayar adalah, karena “adanya laporan sebanyak 12 halaman yang sebagian besar isinya tidak dapat dipertanggungjawabkan, sehingga menjadi fitnah” juga alasan “adanya Surat Peringatan (somasi)” dari pengacara Ide* sebagai akibat dari adanya laporan 12 halaman tersebut.
Jadi tidak benar apa yang dikatakan oleh Arif Muzakir Manan dalam facebooknya itu bahwa alasannya adalah, “karena alasan yang sangat memalukan dan memilukan..yang tidak pantas untuk ana ungkapkan di sini.” Apakah melaporkan adanya indikasi korupsi dan penyimpangan sebagai “sangat memalukan dan memilukan yang tidak pantas untuk diungkapkan? Justru dalam pandangan agama, membongkar indikasi korupsi dan penyimpangan adalah perbuatan mulia. 
Namun anehnya lagi, pemberhentian yang dilakukan oleh Pimpinan J*C Baru itu terhadap Ust. Marhadi Muhayar dan temannya tanpa diawali dengan prosedur pemberian SP (Surat Peringatan) 1, SP2 dan SP3 layaknya pegawai instansi yang bernaung di bawah Pemda DKI Jakarta, bahkan tanpa pemberian pesangon apalagi ketika itu menjelang lebaran. Padahal Ust. Marhadi Muhayar telah bekerja sebagai pegawai J*C selama 6 (enam) tahun sejak tahun 2007 dan Bpk. Sj selama lebih dari 8 (delapan) tahun. Bukan hanya itu, Ust. Marhadi Muhayar diterima bekerja di J*C melalui 5 kali tes ujian (3 kali tes dilaksanakan di J*C dan 2 kali tes di Pemda DKI Jakarta). Tetapi beliau dan temannya diberhentikan dengan mudahnya oleh Pimpinan J*C Baru itu. Sedangkan berdasarkan UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dinyatakan bahwa, seseorang yang telah bekerja lebih dari 3 tahun, maka demi hukum secara otomatis orang tersebut menjadi pegawai tetap yang memiliki hak dan konsekuensi.
Karena Ust. Marhadi Muhayar dan dua orang temannya tidak mau ambil pusing, maka hingga hari ini keputusan pemberhentian mereka itu belum ditindaklanjuti ke ranah hukum, padahal beberapa orang teman dekat kerjanya menyarankannya untuk mensomasi Pimpinan J*C Baru agar menjadi pelajaran buatnya dan juga buat Sekprinya yang telah membocorkan berita rahasia yang seharusnya dipelajari terlebih dahulu kebenarannya untuk diselidiki dan dibuktikan, serta berterimakasih atas informasi awal tersebut, bukan malah mengadukannya kepada pihak terkait. Itu namanya mengadu domba.
Sejak masuknya Ust. S* ke J*C sebagai pimpinan, sudah ada 7 (tujuh) orang yang telah diberhentikan dari bekerja di J*C dan 3 (tiga) orang telah mengundurkan diri. Berdekatan dengan itu, banyak orang-orang dekatnya yang dia masukkan untuk bekerja di J*C termasuk anak kandungnya sendiri.
Dimungkinkan juga, Ust. Marhadi Muhayar diberhentikan bekerja karena adanya pesanan dari Salafi Wahabi kepada Pimpinan J*C. Karena selama ini yang turut serta membentengi J*C dari Wahabi adalah beliau selaku Kepala Seksi Dakwah Masjid J*C. Setelah beliau dikeluarkan dari J*C, maka masuklah Salafi Wahabi ke J*C yang sebelumnya tidak diizinkan. Terbukti pada tanggal 14 Januari 201*, Salafi Wahabi telah mendapatkan izin dari Pimpinan J*C untuk mengadakan acara Tabligh Akbar bertajuk Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia. Menyusul kemudian, telah digelar kembali acara yang sama pada tanggal 23 Maret 201* di masjid J*C! Wallahu a’lam…


[1] Lihat: http://www.nahimunkar.com/waspada-buku-sejarah-berdarah-sekte-salafi-wahabi-mengusung-faham-rafidhah-syiah-iran/, juga: http://archive.kaskus.co.id/thread/12951084/1540

10 komentar:

  1. Jadi emang bener bela syiah nih ente?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syekh Idahram bukan penganut Syiah bung! Sebagai seorang penulis, dia menyampaikan apa adanya secara objektif dan terbuka. Penggunaan nama pena demi keamanan dan keberlangsungan dakwah Ahlussunnah Wal Jamaah.
      Seorang pengritik Wahabi, Prof. Nashir Said asli Saudi, mati dibunuh oleh Wahabi dalam perjalanan ke Lebanon dari Yordania. Wartawan Tempo yang sering mengkritisi Wahabi, Dr. Ja'far Busyairi juga mati di Makkah ketika sedang meliput Wahabi sambil berhaji. Itu FAKTA bukan fitnah!
      Lantas bagaimana mungkin Syaikh Idahram seorang Syiah. Dia itu pernah menjadi anggota organisasi Muhammadiyah beberapa tahun, aktif dalam liqa` PKS (Partai Keadilan Sejahtera) selama 4 tahun, pengurus kajian Hizbut Tahrir selama 2 tahun, hingga akhirnya berlabuh dan basah kuyup dalam Tasawuf dengan berbai’at kepada seorang Syaikh terkemuka Syiria asal Lebanon." Mantan PKS akankah menjadi Syiah? Sangat jauh kemungkinannya Bung! HAIHAATA.. HAIHAATA!!!

      Hapus
  2. seorang ustadz Wahabi bernama facebook “Arif Muzakir Manan.” Setelah dikaji, ternyata itu nama asli.
    lumanyan gentle masih berani pakai nama asli

    BalasHapus
    Balasan
    1. begitulah akhlak wahabi... berdusta dg terus terang tanpa merasa bersalah (baca: gentle)... musibah bagi Islam

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa komentar anda DIHAPUS OLEH ANDA SENDIRI??? Jika anda benar-benar tulus mencari kebenaran, baca buku syaikh idahram "BUKAN FITNAH TAPI INILAH FAKTANYA!" Lalu anda cek di buku-buku Wahabi yang disebutkan sumbernya oleh Syaikh Idahram… barulah anda komentar. Saya yakin anda bungkam, karena data & fakta itu semuanya benar!!

      Hapus
    2. memang terasa sulit bagi pembebek sekte salafi wahabi untuk mau berlapang dada bs membedakan mana dusta mana fakta ilmiah, bahkan mereka udah terbiasa dg kebohongan2 dan memalsukan karya2 ulama ahlussunnah, yah mereka udah terbiasa dg gaya: Maling teriak Maling!!!!!

      Hapus
  4. Ada aja ya lompatannya....

    dengan mencatut nama KH. Arifin ilham sebagai endorsment bukunya aja dah ketahuan "makar"-nya, apalagi isinya.

    Kalo memang marhadi, idahram atau apalah itu gak penting, gelar Syaikhnya aja tau dapet mungut dari tong sampah mana.... kalo memang dia mau berbicara kebenaran kenapa berbohong dgn endorsment?

    Alasan takut dibunuh, adalah alasan basi toh akirnya cepat lambat sosoknya akan ketahuan juga.

    Kalo untuk kejujura kenapa endorse'a bohong? atau mau bilang ust. arifin ilham yag pembohong?

    Bilang aja, MAU JUALAN BUKU BIAR LAKU pake catut nama besar arifin ilham. keuntugannya buat ngasi makan anak bini... gitu aja repot.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mata malaikat............dri nama samaran yg kamu pakai aja udah ketauan malah ente yg penggusung pembohong, apa ente sudah menjadi mata malaikat di bumi ini? dri mana dalil seseorang bs mengaku2 sebagai mata malaikat hai pembebek salafi wahabi? dasar tabiat g terbiasa membaca dulu isi buku karya ilmiah org tpi kalau itu bertentangan df sekte kalian maka takti dusta jalian adalah main tuduh & sumpah serapah kpd penulis lain................dasar pembebek!!!!!!!!!

      Hapus
  5. Membuat Pembelaan atas analisa sendiri....hihihi.... malah ketahuan kalo idarham udah ngelakuin kesalahan.
    nutupin kebusukan sendiri dengan menuduh orang lain.
    Kalo berani kenapa gak langsung di tuntut aja!!!

    BalasHapus

Sample Text

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget